Kau dan Dirinya
Aku memang lemah.
Tapi ku tak akan pernah lelah.
Saat ku terdiam mengisi kepergianmu.
Ku terus terpaku oleh harapan semu.
Telah cukup banyak kau ucapkan kata maaf padaku.
Telah berulang kali juga aku memaafkan mu.
Telah cukup dalam hatiku teriris karenamu.
Ku mencoba lagi cinta dari awal dengan dirinya.
Yang mampu merasakan dan mengerti aku.
Namun cinta untukmu terus bertahan di sekeping sisi hati ini saja.
Tapi ku mencoba menempatkan dirinya dihatiku Walau itu butuh waktu.
Ku rasa kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang.
Bahkan sampai detik inipun masih ku rasakan.
Tapi dirinya tetap akan ku pertahankan agar bisa mengganti posisimu dihatiku.
Tapi ku tak akan pernah lelah.
Saat ku terdiam mengisi kepergianmu.
Ku terus terpaku oleh harapan semu.
Telah cukup banyak kau ucapkan kata maaf padaku.
Telah berulang kali juga aku memaafkan mu.
Telah cukup dalam hatiku teriris karenamu.
Ku mencoba lagi cinta dari awal dengan dirinya.
Yang mampu merasakan dan mengerti aku.
Namun cinta untukmu terus bertahan di sekeping sisi hati ini saja.
Tapi ku mencoba menempatkan dirinya dihatiku Walau itu butuh waktu.
Ku rasa kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang.
Bahkan sampai detik inipun masih ku rasakan.
Tapi dirinya tetap akan ku pertahankan agar bisa mengganti posisimu dihatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar